C01 — Collaboration
1. Identitas
Section titled “1. Identitas”| Kode | C01 |
| Nama BPMN | Collaboration |
| Tier | A (wajib dikuasai) |
| Diperkenalkan | Modul 3 |
| Spesifikasi | OMG BPMN 2.0.2 §10.2.3 TODO-VERIFY |
2. Gambar notasi
Section titled “2. Gambar notasi”Memuat diagram…
Bukan simbol tunggal — Collaboration adalah tipe diagram: diagram yang berisi dua atau lebih Pool yang dihubungkan dengan Message Flow. Di BPMN XML, dinyatakan dengan elemen <collaboration>.
3. Apa artinya
Section titled “3. Apa artinya”Collaboration menyatakan: “Ini adalah diagram yang menunjukkan bagaimana beberapa partisipan yang berbeda berinteraksi satu sama lain.”
Berbeda dengan diagram proses biasa (satu Pool atau tanpa Pool) yang hanya menunjukkan satu alur internal, Collaboration menunjukkan kontrak komunikasi — siapa mengirim apa kepada siapa, dan bagaimana setiap pihak merespons.
4. Tujuan
Section titled “4. Tujuan”Collaboration memungkinkan pemodelan interaksi lintas organisasi secara eksplisit. Ini penting ketika:
- Ada pertukaran pesan yang harus dikontrak secara formal.
- Ingin menunjukkan perspektif setiap pihak, tidak hanya satu.
- Model digunakan untuk negosiasi antarmuka sistem antar-organisasi.
5. Semantik BPMN
Section titled “5. Semantik BPMN”Dalam Collaboration:
- Setiap Pool menjalankan instansi prosesnya sendiri secara independen.
- Message Flow membawa pesan dari satu Pool ke Pool lain — bukan token.
- Ketika pesan tiba di Pool tujuan, ia memicu event di sana (Start, Intermediate, atau End Message Event).
- Proses di setiap Pool dapat dimulai dan berakhir secara asinkron.
6. Kapan digunakan
Section titled “6. Kapan digunakan”- Ketika dua atau lebih entitas berbeda terlibat dan kamu ingin menunjukkan proses keduanya.
- Ketika kontrak komunikasi (pesan apa yang dikirim dan diterima) penting untuk didokumentasikan.
- Dalam pemodelan integrasi sistem antar-perusahaan atau antar-departemen dengan otonomi berbeda.
7. Kapan jangan digunakan
Section titled “7. Kapan jangan digunakan”- Jika semua pihak adalah bagian dari satu organisasi yang sama → gunakan Lane dalam satu Pool.
- Jika hanya ingin menunjukkan proses satu pihak dengan menyebut bahwa ada pihak lain → gunakan Black-box Pool (tidak perlu menggambar prosesnya).
8. Contoh penggunaan
Section titled “8. Contoh penggunaan”Collaboration diagram Customer–Merchant — dua proses independen yang berkomunikasi lewat Message Flow:
Memuat diagram…
9. Diagram contoh
Section titled “9. Diagram contoh”Memuat diagram…
10. Cara membaca diagram
Section titled “10. Cara membaca diagram”Ketika melihat diagram Collaboration:
- Identifikasi setiap Pool (kotak besar berlabel di kiri) — setiap Pool adalah satu entitas.
- Baca alur di dalam setiap Pool secara terpisah.
- Perhatikan Message Flow (garis putus-putus) yang menghubungkan Pool — itulah komunikasi antar-entitas.
- Baca urutan: “A mengirim X → B menerima X → B merespons Y → A menerima Y.”
11. Kesalahpahaman umum
Section titled “11. Kesalahpahaman umum”“Collaboration = proses gabungan”
Tidak. Collaboration bukan satu proses tunggal yang dibagi-bagi. Setiap Pool tetap merupakan proses independen. Yang ditampilkan adalah koordinasi antar proses, bukan satu proses yang dipecah.
“Urutan dalam Collaboration adalah satu alur linear”
Tidak. Proses di Pool Customer dan proses di Pool Merchant berjalan secara asinkron. Merchant tidak “menunggu” sampai Customer selesai melakukan sesuatu — mereka berkomunikasi lewat pesan, dan masing-masing merespons saat pesan diterima.
12. Anti-pattern
Section titled “12. Anti-pattern”Collaboration dengan Sequence Flow lintas Pool
Ini adalah anti-pattern fatal. Sequence Flow hanya untuk koneksi dalam satu Pool. Jika ada Sequence Flow yang terlihat melewati batas Pool, model tidak valid secara BPMN.
13. Notasi yang sering tertukar
Section titled “13. Notasi yang sering tertukar”| Tertukar dengan | Perbedaan kunci |
|---|---|
| Pool tunggal | Pool tunggal = satu proses; Collaboration = multiple proses berinteraksi |
| Choreography | Choreography menggambarkan pertukaran pesan tanpa proses internal; Collaboration menggambarkan proses internal setiap pihak |
14. Aturan pemilihan
Section titled “14. Aturan pemilihan”Satu entitas, proses internal → Pool tunggal (atau tanpa Pool)Beberapa entitas, ingin tampilkan semua proses → CollaborationBeberapa entitas, hanya pertukaran pesan yang penting → Choreography (Tier C)15. Pertanyaan diagnostik
Section titled “15. Pertanyaan diagnostik”- Berapa entitas yang berbeda terlibat?
- Apakah proses internal setiap entitas penting untuk ditampilkan?
- Apakah ada pertukaran pesan yang perlu dikontrak?
16. Argumentasi pemodelan
Section titled “16. Argumentasi pemodelan”Collaboration adalah salah satu kekuatan unik BPMN. Diagram Collaboration bisa digunakan sebagai kontrak antarmuka antara dua organisasi atau dua sistem: “Kita setuju bahwa Customer akan mengirim pesan X dengan format Y, dan Merchant akan merespons dengan pesan Z dalam waktu W.” Ini adalah level abstraksi yang tepat untuk negosiasi antarmuka.
17. Validity check
Section titled “17. Validity check”- Ada minimal dua Pool dalam diagram Collaboration.
- Semua komunikasi antar-Pool menggunakan Message Flow.
- Tidak ada Sequence Flow yang melintasi batas Pool.
- Setiap Pool white-box memiliki proses yang valid (Start dan End Event).
18. Catatan Camunda
Section titled “18. Catatan Camunda”Camunda tidak men-deploy Collaboration sebagai satu unit. Setiap Pool di-deploy sebagai process definition terpisah. Message Flow diimplementasikan melalui message correlation atau signal. Pastikan pesan memiliki nama yang unik untuk menghindari korelasi yang salah.
19. Ringkasan satu kalimat
Section titled “19. Ringkasan satu kalimat”Collaboration adalah diagram yang menunjukkan bagaimana beberapa entitas berinteraksi melalui pertukaran pesan — bukan satu proses gabungan, melainkan kontrak komunikasi antar-proses yang independen.