P02 — Lane
1. Identitas
Section titled “1. Identitas”| Kode | P02 |
| Nama BPMN | Lane |
| Tier | A (wajib dikuasai) |
| Diperkenalkan | Modul 4 |
| Spesifikasi | OMG BPMN 2.0.2 §10.4.1 TODO-VERIFY |
2. Gambar notasi
Section titled “2. Gambar notasi”Memuat diagram…
Pool horizontal dibagi menjadi dua Lane: “Tim CS” (atas) dan “Tim Gudang” (bawah). Setiap Lane memiliki label di sisinya. Sequence Flow boleh melintasi batas Lane.
Cara membuat di demo.bpmn.io: Klik Pool → klik ikon “Append Lane” yang muncul di batas bawah Pool. Lane bisa diubah ukurannya dengan menyeret batasnya.
3. Apa artinya
Section titled “3. Apa artinya”Lane menyatakan: “Semua task yang berada di area ini dieksekusi oleh aktor atau unit organisasi yang sama.”
Lane adalah pembagian tanggung jawab di dalam satu Pool. Jika Pool adalah perusahaan, Lane adalah departemennya.
4. Tujuan
Section titled “4. Tujuan”Lane memvisualkan siapa mengerjakan apa di dalam satu proses. Tanpa Lane, kamu tahu urutannya tapi tidak tahu siapa pelaksananya.
5. Semantik BPMN
Section titled “5. Semantik BPMN”Token tidak “tahu” bahwa dirinya berada di dalam Lane tertentu — Lane tidak mempengaruhi pergerakan token. Lane hanya merupakan elemen visual/organisatoris.
[PEDAGOGICAL SIMPLIFICATION] Token melewati batas Lane dengan bebas melalui Sequence Flow — tidak ada mekanisme “hand-off” eksplisit di BPMN murni. Di Camunda, Lane bisa dipetakan ke user group untuk assignment otomatis.
6. Kapan digunakan
Section titled “6. Kapan digunakan”Gunakan Lane ketika:
- Satu Pool memiliki dua atau lebih aktor yang berbeda.
- Kamu perlu menunjukkan tanggung jawab task tanpa memisahkan proses.
- Komunikasi antar-aktor terjadi di dalam satu entitas organisasi yang sama (tidak memerlukan Message Flow).
7. Kapan jangan digunakan
Section titled “7. Kapan jangan digunakan”Jangan gunakan Lane ketika dua aktor adalah entitas organisasi yang berbeda dan berkomunikasi secara formal — gunakan dua Pool terpisah dengan Message Flow.
Contoh salah: menempatkan “Customer” dan “Merchant” dalam dua Lane satu Pool. Customer adalah entitas eksternal; komunikasinya harus menggunakan Message Flow antar-Pool.
8. Contoh penggunaan
Section titled “8. Contoh penggunaan”Dalam Modul 4, Pool Merchant dibagi:
- Lane Tim CS: mencatat pesanan, memverifikasi data, mengirim instruksi.
- Lane Tim Gudang: mengemas paket, menyerahkan ke kurir.
Tim CS dan Tim Gudang berada dalam satu perusahaan, sehingga Lane (bukan dua Pool) adalah pilihan yang tepat.
9. Diagram contoh
Section titled “9. Diagram contoh”Memuat diagram…
10. Cara membaca diagram
Section titled “10. Cara membaca diagram”- Temukan Pool terlebih dahulu.
- Baca label Lane di sisi kiri (atau atas) setiap subdivisi.
- Setiap task di dalam area Lane dieksekusi oleh aktor tersebut.
- Sequence Flow yang melintasi batas Lane merupakan penyerahan pekerjaan antar-aktor dalam organisasi yang sama.
11. Kesalahpahaman umum
Section titled “11. Kesalahpahaman umum”“Lane adalah Pool yang lebih kecil.”
Bukan. Pool memiliki proses sendiri dan berkomunikasi dengan Pool lain via Message Flow. Lane tidak memiliki proses sendiri — ia hanya membagi satu proses ke beberapa aktor.
12. Anti-pattern
Section titled “12. Anti-pattern”Anti-pattern: Customer dimasukkan sebagai Lane.
Ini menyembunyikan fakta bahwa Customer adalah entitas eksternal. Ketika Customer dimasukkan sebagai Lane, tidak ada Message Flow — seolah komunikasi Customer–Merchant adalah internal. Ini menyesatkan.
13. Notasi yang sering tertukar
Section titled “13. Notasi yang sering tertukar”| Elemen | Bedanya |
|---|---|
| Pool | Memiliki proses sendiri; berkomunikasi via Message Flow |
| Lane | Subdivisi Pool; tidak memiliki proses sendiri |
| Black-box Pool | Pool tanpa isi, menyembunyikan detail proses pihak lain |
14. Aturan pemilihan
Section titled “14. Aturan pemilihan”Satu Pool vs. Lane vs. dua Pool:
- Sama entitas, beda aktor internal → satu Pool dengan Lane.
- Berbeda entitas, komunikasi formal → dua Pool dengan Message Flow.
- Berbeda entitas, proses internal tersembunyi → Black-box Pool.
15. Pertanyaan diagnostik
Section titled “15. Pertanyaan diagnostik”- Apakah kedua pihak berada dalam satu organisasi yang sama? → Lane.
- Apakah komunikasi di antara mereka terjadi secara internal, tanpa dokumen/pesan resmi antar-entitas? → Lane.
- Apakah salah satu pihak adalah entitas eksternal (pelanggan, mitra, regulator)? → Pool terpisah.
16. Argumentasi pemodelan
Section titled “16. Argumentasi pemodelan”Mengapa model referensi Modul 4 menggunakan Lane untuk Tim CS dan Tim Gudang, bukan dua Pool?
Karena Tim CS dan Tim Gudang adalah departemen dalam satu perusahaan yang sama. Mereka tidak mengirim “pesan” satu sama lain dalam arti BPMN — mereka menyerahkan pekerjaan secara internal. Jika menggunakan dua Pool, harus ada Message Flow, yang menyatakan komunikasi lintas organisasi — tidak sesuai realitas.
17. Validity check
Section titled “17. Validity check”- Lane wajib berada di dalam Pool.
- Sequence Flow yang menghubungkan task di Lane berbeda harus valid (hanya dalam satu Pool).
- Message Flow tidak boleh berawal atau berakhir di dalam Lane — harus di level Pool.
18. Catatan Camunda
Section titled “18. Catatan Camunda”Di Camunda Platform, Lane bisa dipetakan ke candidateGroup atau assignee untuk otomatisasi penugasan User Task. Label Lane langsung digunakan sebagai nama grup.
19. Ringkasan satu kalimat
Section titled “19. Ringkasan satu kalimat”Lane adalah subdivisi Pool yang menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas task, tanpa mempengaruhi semantik eksekusi token.