E07 — Escalation Event
1. Identitas
Section titled “1. Identitas”| Kode | E07 |
| Nama BPMN | Escalation Event |
| Tier | A (wajib dikuasai) |
| Diperkenalkan | Cabang S2 |
| Spesifikasi | OMG BPMN 2.0.2 §10.4.5 TODO-VERIFY |
2. Gambar notasi
Section titled “2. Gambar notasi”Memuat diagram…
Simbol: lingkaran dengan segitiga outline (kosong/tidak filled) di dalamnya. Berbeda dari Signal yang menggunakan segitiga solid (filled).
Varian:
- Escalation Boundary Event non-interrupting: border putus-putus. Subprocess terus berjalan.
- Escalation Boundary Event interrupting: border solid. Subprocess dihentikan.
- Escalation End Event: melempar eskalasi saat subprocess berakhir.
Cara membuat di demo.bpmn.io: Klik event → ubah tipe ke “Escalation”.
3. Apa artinya
Section titled “3. Apa artinya”Escalation Event menyatakan: “Kondisi ini memerlukan perhatian dari level manajemen yang lebih tinggi — subprocess memberi tahu proses induk tanpa harus berhenti.”
Berbeda dari Error yang menangani kegagalan teknis yang tidak terduga, Escalation menangani kondisi bisnis yang direncanakan yang memerlukan eskalasi.
4. Tujuan
Section titled “4. Tujuan”Memungkinkan subprocess memberi tahu proses induk tentang kondisi yang memerlukan perhatian tanpa harus menghentikan proses. Cocok untuk skenario seperti eskalasi SLA, penanganan keluhan ke supervisor, atau kondisi yang memerlukan keputusan dari level yang lebih tinggi.
5. Semantik BPMN
Section titled “5. Semantik BPMN”Non-interrupting Boundary: Subprocess yang memiliki Boundary Escalation Event dapat mengeskalasi ke proses induk sambil terus berjalan. Proses induk menangkap eskalasi dan mengeksekusi jalur penanganan — paralel dengan subprocess.
Interrupting Boundary: Subprocess dihentikan setelah eskalasi dikirim. Proses induk mengambil alih.
[PEDAGOGICAL SIMPLIFICATION] Escalation seperti menekan tombol “Panggil Supervisor” di kantor — kamu terus bekerja (non-interrupting) sambil supervisor datang untuk membantu.
6. Kapan digunakan
Section titled “6. Kapan digunakan”Gunakan Escalation Event ketika:
- Kondisi memerlukan eskalasi ke level manajemen yang lebih tinggi.
- Subprocess perlu memberi tahu proses induk sambil tetap berjalan (non-interrupting).
- SLA terancam dan supervisor perlu dilibatkan tanpa menghentikan penanganan.
- Kondisi bisnis yang direncanakan — bukan exception teknis.
7. Kapan jangan digunakan
Section titled “7. Kapan jangan digunakan”Jangan gunakan Escalation untuk kegagalan teknis yang tidak terduga — gunakan Error. Jangan gunakan Escalation jika proses memang harus berhenti — gunakan Error atau Terminate End.
8. Contoh penggunaan
Section titled “8. Contoh penggunaan”Dalam Cabang S2 (Pengaduan Pelanggan dengan SLA):
- Proses penanganan pengaduan berjalan dalam Subprocess.
- Jika SLA terancam (Timer mendekati batas), Escalation dikirim ke proses induk.
- Proses induk mengeskalasi ke supervisor.
- Subprocess tetap berjalan — penanganan tidak terhenti.
9. Diagram contoh
Section titled “9. Diagram contoh”Memuat diagram…
10. Cara membaca diagram
Section titled “10. Cara membaca diagram”- Temukan lingkaran dengan segitiga outline (kosong) di dalamnya.
- Cek apakah ini Boundary (menempel di Subprocess) atau End Event (di dalam Subprocess).
- Border putus-putus = non-interrupting (Subprocess terus berjalan).
- Ikuti Sequence Flow dari Boundary Escalation ke jalur penanganan eskalasi di proses induk.
11. Kesalahpahaman umum
Section titled “11. Kesalahpahaman umum”“Escalation dipakai untuk kegagalan teknis.”
Escalation adalah untuk kondisi bisnis yang direncanakan yang memerlukan eskalasi — bukan untuk exception teknis. Kegagalan kurir (tidak terduga, exception teknis) → Error. SLA terancam (direncanakan, memerlukan supervisi) → Escalation.
12. Anti-pattern
Section titled “12. Anti-pattern”Anti-pattern: Menggunakan Error untuk kondisi yang seharusnya dieskalasi.
Gejala: “SLA hampir habis” dimodelkan sebagai Error Event yang menghentikan subprocess.
Diagnosis: SLA hampir habis adalah kondisi bisnis yang direncanakan — kita tahu SLA bisa terancam, dan prosedurnya adalah eskalasi ke supervisor. Error mengimplikasikan kegagalan teknis yang tidak terduga. Subprocess yang dihentikan karena “SLA hampir habis” tidak bisa melanjutkan penanganan — yang mungkin bukan perilaku yang diinginkan.
13. Notasi yang sering tertukar
Section titled “13. Notasi yang sering tertukar”| Elemen | Bedanya |
|---|---|
| Escalation Event (E07) | Kondisi bisnis yang direncanakan; subprocess bisa tetap berjalan |
| Error Event (E06) | Exception teknis tak terduga; subprocess selalu dihentikan |
| Signal Event (E05) | Broadcast; tidak ada hirarki pemanggil-dipanggil |
14. Aturan pemilihan
Section titled “14. Aturan pemilihan”- Kondisi bisnis yang memerlukan eskalasi ke level lebih tinggi → Escalation.
- Exception teknis yang tidak terduga → Error.
- Broadcast ke semua proses tanpa hirarki → Signal.
- Kondisi fatal yang harus menghentikan segalanya → Terminate End.
15. Pertanyaan diagnostik
Section titled “15. Pertanyaan diagnostik”- Apakah kondisi ini adalah exception teknis atau skenario bisnis yang direncanakan? → Exception → Error; Direncanakan → Escalation.
- Apakah subprocess harus terus berjalan setelah eskalasi? → Non-interrupting Escalation.
- Apakah perlu memberi tahu proses induk tentang kondisi ini? → Escalation (atau Error jika exception).
16. Argumentasi pemodelan
Section titled “16. Argumentasi pemodelan”Dalam Cabang S2, Escalation dipilih karena “SLA terancam” adalah kondisi yang direncanakan dalam prosedur operasional — ada SOP yang menyatakan “jika SLA hampir habis, eskalasi ke supervisor sambil tetap menangani pengaduan.” Error tidak sesuai karena mengimplikasikan kegagalan tidak terduga, dan selalu menghentikan subprocess.
17. Validity check
Section titled “17. Validity check”- Escalation definition harus didefinisikan di level
bpmn:definitions. - Non-interrupting Boundary Escalation harus ditandai dengan
cancelActivity="false". - Escalation Boundary Event bisa ada pada Subprocess, bukan pada task (berbeda dari Error yang bisa pada keduanya).
18. Catatan Camunda
Section titled “18. Catatan Camunda”Di Camunda, Escalation Boundary Event didukung pada Subprocess. Non-interrupting membutuhkan cancelActivity="false". Escalation bisa ditangkap oleh proses induk yang langsung membungkus Subprocess yang melempar eskalasi.
19. Ringkasan satu kalimat
Section titled “19. Ringkasan satu kalimat”Escalation Event mengeskalasi kondisi bisnis yang direncanakan ke level manajemen yang lebih tinggi — non-interrupting memungkinkan subprocess tetap berjalan sambil proses induk menangani eskalasi.